SiapKerja.com

Pemerintah Merekomendasikan Gaji Minimum TKI

Posted in News by SiapKerja on Mei 20, 2010

TKI IndonesiaKementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) akan segera merekomendasikan standar gaji minimum bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja Negara-negara penempatan. Untuk mendukung kebijakan tersebut, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar meminta kepada pimpinan pemerintah daerah-daerah perekrutan untuk melakukan sosialisasi sekaligus pengawasan mengenai kontrak kerja dan standar gaji minimum kepada masyarakat yang ingin berangkat menjadi TKI.

”Saya akan melakukan kampanye di daerah perekrutan yang sudah saya identifikasi daerahnya agar supaya masyarakat yang mau berangkat ke luar negeri tahu data berapa gaji yang didapat,” kata Menakertrans di kantor Kemenakertrans Jakarta, Kamis (20/5), seusai melantik pejabat eselon II di lingkungan Kemenakertrans.

Menakertrans mengatakan sampai saat ini pihaknya masih mendapati kasus adanya TKI yang menandatangani kontrak kerja tetapi tidak mengetahui gaji minimum yang didapat, yang mengakibatkan TKI tersebut bekerja tetapi malah tidak sejahtera.

“Kedepannya saya minta kepada para pimpinan daerah-daerah perekrutan untuk melakukan konfirmasi soal kontrak kerja bagi masyarakat yang akan menjadi TKI, termasuk kejelasan lokasi tempat kerja dan juga gaji minimum yang akan diberikan para pengguna jasa di luar negeri sebelum mereka berangkat ” kata Menakertrans.

Selain itu, Menakertrans mengatakan Kemenakertrans akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bahasa kepada calon TKI.

”Kami juga meminta Kementerian Pendidikan Nasional untuk memberikan pelatihan bahasa kepada calon TKI melalui pendidikan luar sekolah, demikian juga menyampaikan informasi tentang prosedur legal sebelum bekerja di luar negeri,” katanya.

Mengenai TKI di Malaysia, Muhaimin mengatakan pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk tidak mencantumkan masalah gaji minimum TKI dalam nota kesepahaman yang akan ditandatangani dalam waktu dua bulan mendatang.

“Karena Malaysia tidak mengenal standar gaji minimal maka solusinya masing-masing negara mengontrol harga dasar pasar yang berlaku,” katanya.

Menakertrans pun meminta kepada semua pihak untuk mengawasi kontrak kerja TKI agar mereka tidak digaji dibawah harga pasar. “Kita juga akan mengawasi agar PPTKIS (pelaksana penempatan TKI swasta) menjaga hal itu (kontrak kerja). Masyarakat juga agar tidak berangkat (menjadi TKI) bila digaji dibawah standar,” katanya.

Menakertrans berkeinginan agar nota kesepahaman (MoU) mengenai tenaga kerja Indonesia dengan Malaysia bisa ditandatangani paling lama dua bulan sejak nota kesepakatan (letter of intent) ditandatangani Senin (17/5) kemarin.

Dia mengatakan secara substansial MoU tidak akan berubah dari LoI yang telah ditandatangani, hanya masalah bahasa diplomasi yang akan dibahas di masing-masing negara.

Pusat Humas Kemenakertrans

Sumber :http://www.nakertrans.go.id/news.html,434,naker

Mau jadi Pengusaha?

Posted in Article, Kenyataan by SiapKerja on November 8, 2009

Menjadi seorang pengusaha adalah sebuah pilihan profesi. Untuk menjadi seorang pengusaha yang berhasil harus memiliki mental dan ketegaran yang sangat kuat. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi terpaan badai kesulitan.

Banyak para professional yang berangan-angan untuk menjadi pengusaha yang sukses. Mengikuti seminar, training bahkan bergabung sebagai agen untuk menawarkan produk, dengan dukungan fasilitas yang seakan-akan memanjakan Anda. Terimalah kenyataan pahit dalam hidup ini, bahwa untuk menjadi sukses dimulai dari keyakinan keras serta komitmen yang kuat . Tidak Mungkin Anda dapat menjadi pengusaha sukses bila tidak merasakan pahitnya berusaha dimulai dari kekosongan. Mengapa dikatakan demikian, karena untuk menjadi seorang pengusaha sukses Anda harus mampu menjadi pribadi yang sensitif dan berpengalaman menghadapi benturan dalam sebuah keputusan. Jika memang seorang pengusaha mengatakan ia sukses tanpa merasakan bagaimana membangun dari kekosongan, maka sudah pasti ia merupakan pengusaha WARISAN.

Pengusaha sejati akan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Baik bagi kelangsungan usahanya maupun kesejahteraan pegawainya. Kemampuan pengusaha untuk menjadi ‘Ayah’ bagi anggota keluarga perusahaannya.  Menjaga relasi dengan baik kepada pelanggannya, dengan menjaga kualitas.

Menjadi pengusaha sejati bukan diukur dari kemewahan maupun banyaknya investasi yang dimilikinya. Menjadi pengusaha adalah menjadi pribadi yang mampu memberikan inspirasi bagi orang-orang yang bekerja bersamanya. Mampu memiliki kekuatan untuk mengubah dirinya teratur untuk mencapai impiannya.

Sebenarnya, untuk menjadi pengusaha yang sukses diperlukan banyak pengorbanan. Waktu dan Perasaan. Dua(2) hal yang akan mempengaruhi mental seseorang apabila jika latar belakang profesinya adalah seorang professional.

WAKTU : untuk memulai dunia usaha Anda harus memiliki waktu yang ketat. Lebih ketat dibandingkan sebagai professional. Anda harus mampu membuat keputusan untuk ‘memperpanjang usia’ mewujudkan sukses Anda. Manajemen waktu adalah kuncinya. Berfikir sederhana dan bertindak, dengan tindakan Anda akan mampu mengukur apakah usaha Anda menghasilkan ataukah tidak. Jalankan rencana Anda, jangan merengek akan waktu Anda yang terbuang untuk kegiatan lain. Menjadi fokus akan waktu Anda bagi usaha Anda.

PERASAAN: bagi mereka yang masih lajang, pemikiran untuk sukses dimasa depan pastilah menjadi  penyemangat dalam berusaha. Namun, bagi yang telah memiliki keluarga, sebuah komitmen untuk berusaha akan lebih besar. Karena, tanggungan bagi seluruh keluarga dan masa depan anak-anak.

Motivasi yang intens dari orang-orang terdekat lebih manjur dibandingkan para motivator di acara seminar. Menjaga perasaan Anda tetap fokus dapat dimulai dari dukungan keluarga atau orang terdekat Anda. Selain finansial, ‘kobaran api’ dukungan inilah akan menjadi ‘alas’ untuk tetap melangkah.

Jika Anda bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha, bangunlah! Siapkan,Kerjakan dan lakukan tindakan. Jangan biarkan semangat berusaha Anda redup. Dan jika berkali-kali Anda merasa ‘rencana usaha’ Anda GAGAL, maka lihat kembali APAKAH ADA sisi TAKUT Anda. Karena banyak semangat berusaha yang akhirnya berakhir dengan depresi dikarenakan Ketakutan-ketakutan untuk gagal ataupun merugi.

Siap menjadi pengusaha?

SKRed

Pensiunan Lebih Sehat Fisik dan Mental dengan Terus Bekerja

Posted in Uncategorized by SiapKerja on Oktober 25, 2009

Maryland, Pepatah lawas ‘bekerjalah untuk hidup’ relevan sekali dengan hasil penemuan yang dilakukan para peneliti. Bekerja bukan semata untuk mendapatkan materi tapi juga bagus buat kesehatan.

Orang yang sudah pensiun pun disarankan tidak hanya mengisi hidupnya dengan leha-leha tapi juga tetap bekerja sesuai dengan kemampuan dan kondisinya.

Penelitian yang dilakukan ahli psikologi Dr Mo Wang dari University of Maryland AS, menemukan orang-orang yang tetap bekerja setelah pensiun ternyata memiliki fisik dan mental yang lebih sehat ketimbang para pensiunan yang sama sekali berhenti kerja.

Temuan ini menunjukkan bahwa orang yang akan pensiun sebaiknya mempertimbangkan pekerjaan apa yang akan dilakukan,– dalam istilah yang dinamakan ‘jembatan kerja’–, sebagai masa transisi ketika memasuki masa penuh pensiun.

Apakah ini berarti sepanjang hidupnya orang harus bekerja? Tentu saja tidak, tapi tidak mengerjakan apa-apa setelah masa pensiun menurut Wang justru tidak baik untuk mental karena lebih gampang stres dan fisik menjadi tidak banyak bergerak.

Wang menyarankan sebaiknya para pensiunan mengambil pekerjaan paruh waktu atau tetaplah menjadi pribadi yang aktif dan berkarya sesuai kemampuan jika ingin mandiri atau tidak ingin lagi bekerja dengan orang lain.

“Pada dasarnya jika seseorang berada dalam kondisi bekerja paruh waktu atau bekerja mandiri setelah pensiun terbukti lebih sehat mental dan fisiknya,” kata Wang seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (24/10/2009).

Dalam penelitiannya, Wang dan rekan-rekan menggunakan data lebih dari 12.000 orang yang penelitiannya dimulai sejak tahun 1992. Partisipan adalah mereka yang berusia antara 51-61 tahun yang kondisinya disurvei setiap 2 tahun selama periode 6 tahun.

Hasilnya, para pensiunan yang masih tetap bekerja lebih sedikit terkena peyakit tekanan darah tinggi, jantung, diabetes dan rematik dibandingkan mereka yang memutuskan untuk pensiun penuh dengan tidak mau lagi bekerja. Temuan tersebut telah dilaporkan dalam Journal of Occupational Health Psychology.

Namun dia juga mengingatkan para pensiunan yang ingin bekerja lagi harus siap dengan posisi pekerjaan yang asing atau perubahan gaya hidup. Maka itu penting untuk menyiapkan diri mempertimbangkan pekerjaan apa yang cocok bukan malah pekerjaan barunya membuat stres, sehingga ada manfaatnya bagi kesehatan mental dan fiisik.

Yang tua saja disarankan untuk terus bekerja, kenapa yang muda malah bermalas-malasan? Menurut Wang apa pun bisa dikerjakan.

Punya IPK 2,50, Silakan Melamar CPNS TNI AL

Posted in News by SiapKerja on September 28, 2009

SURABAYA, KOMPAS.com – TNI Angkatan Laut (AL) membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk sarjana dan ahli madya dari berbagai bidang disiplin ilmu.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) TNI AL, Letkol Laut Toni Syaiful, di Surabaya, Senin, mengatakan, pendaftaran lamaran terbuka untuk umum pada 5-7 Oktober 2009.

“Pendaftaran lamaran sewaktu-waktu akan ditutup, bila sudah terpenuhi rasio jumlah pendaftar,” katanya.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pelamar, yaitu warga negara Indonesia dan berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Pelamar tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan.

Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/anggota TNI/Polri atau pegawai swasta dengan surat pernyataan.

Pelamar juga tidak berkedudukan sebagai CPNS dan tidak bersuami/beristrikan seorang warga negara asing atau tanpa kewarganegaraan dengan surat keterangan dari kelurahan/kepala desa.

Tidak sebagai peserta seleksi CPNS pada departemen lain, Dephan, dan unit organisasi Dephan. Pada 1 Desember 2009, usia maksimum 35 tahun dan memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,50.

Persyaratan lain, lanjut Toni, pelamar sehat jasmani dan rohani. Tinggi badan minimal 160 centimeter untuk pria dan 155 centimeter untuk wanita dengan berat badan seimbang. Disamping itu, pelamar tidak buta warna, tidak bertindik, dan tidak bertato.

“Bagi yang diterima, bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan pemerintah,” katanya.

Sementara itu, kualifikasi yang dibutuhkan, yakni sarjana S-1 Kesehatan Masyarakat (SKM), sarjana S-1 Teknik Sipil, sarjana S-1 Hukum, sarjana dan D-3 Manajemen Informatika.

D-3 Teknik Informatika, D-3 Politeknik Mesin, D-3 Teknik Perkapalan, D-3 Politeknik Sipil/Bangunan, D-3 Bahasa Inggris, D-3 Anestesi, D-3 Fisioterapi, D-3 Terapi Wicara, D-3 Perpustakaan, D-3 Keperawatan.

D-3 Kebidanan, D-3 Teknik Gigi, D-3 Kesehatan Gigi, D-3 Gizi, D-3 Analis Farmasi, D-3 Radiodiagnostik dan Radioterapi, D-3 Rekam Medik, dan D-3 Kesehatan Lingkungan.

Para peserta yang akan mendaftar harus datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan membawa surat lamaran tulisan tangan bermaterai, pas foto terbaru ukuran 3X4 dan 4X6 dengan latar belakang warna merah, masing-masing lima lembar.

Salinan KTP, kartu keluarga, ijazah yang dilegalisasi, SKCK, surat keterangan bebas narkoba, kartu kuning dari Depnakertrans, dan surat keterangan sehat dari dokter.

Tempat pendaftaran di Mabes TNI AL Jakarta, Mako Lantamal II, IV, V, VI, VII, dan X.

Mereka yang Tetap Bekerja di Hari Lebaran

Posted in News by SiapKerja on September 20, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Pilihan profesi memang selalu ada konsekuensinya. Ketika seseorang memutuskan menjadi dokter atau para medis, polisi, satpam, petugas pemadam kebakaran, atau wartawan, misalnya, ia memang harus rela tidak libur di saat sebagian besar masyarakat menikmati liburannya.

Di hari libur panjang Lebaran ini, misalnya, banyak orang yang tak bisa menikmati libur bersama keluarganya. Mereka ini umumnya bekerja di perusahaan-perusahaan sektor pelayanan publik.

Tarmizi (39), seorang petugas sekuriti atau satpam di salah satu rumah sakit terkemuka di Jakarta Selatan, adalah salah satunya. Di hari pertama Lebaran 2009 ini, ia mendapat giliran berjaga (shift) siang hingga sore hari.

Penjadwalan yang sudah diatur jauh-jauh hari oleh manajemen rumah sakit. “Hari ini masuk, Mas. Dapet jadwalnya dari siang ini sampe sore,” kata Tarmizi, Minggu (20/9).

Meski begitu, Tarmizi menuturkan, tak sedikit pun dirinya berkeluh kesah karena tak bisa menghabiskan waktu sepanjang hari bersama keluarga. “Enggak ada masalah. Saya tetap semangat. Ini memang sudah jadi amanat sebagai seorang sekuriti,” kata lelaki yang telah bekerja sebagai petugas keamanan selama lebih dari 12 tahun di berbagai instansi.

Dikatakannya, tahun ini masih agak lumayan karena dia mendapat giliran masuk siang hingga sore. “Alhamdulillah, tadi pagi masih sempat shalat Id di rumah. Terus kumpul-kumpul dulu bareng keluarga sebentar, baru berangkat kerja deh,” terangnya.

Ia mengaku, pola kerja yang mengharuskannya masuk di saat para pekerja lain bisa menikmati libur sudah biasa dilakoninya. Dari pengalamannya selama 12 tahun, lebih dari setengahnya ia tetap masuk pada hari-hari libur nasional.

“Kalau kayak saya ini udah biasa, Mas. Sudah jadi panggilan. Tapi yang repot itu karyawan-karyawan baru. Karena enggak biasa, mereka bawaannya ngeluh melulu,” ujar pria beranak tiga ini.

Terhadap keluh kesah juniornya itu, Tarmizi bisa memahami dan sebisa-bisanya menasihati. Sebab, hal yang sama pernah dia rasakan di awal-awal bekerja. “Yang penting itu bagaimana kita ngejalanin-nya. Kalau udah biasa, ya enak-enak aja. Apalagi kalau ada duit tambahannya,” seloroh Tarmizi sambil tersenyum.

Dikatakannya, manajemen tempatnya bekerja sudah cukup baik mengatur sistem penjadwalan saat situasi libur seperti ini. Ada empat shift yang bergantian setiap harinya sehingga ia tak terlalu merasa kehilangan waktu bersama keluarga ketika momen Lebaran seperti ini.

“Terus terang ini lumayan enak. Masih ada celah waktu. Ada di tempat kerja saya yang dulu, yang ngatur jadwalnya bisa full seharian. Ini yang kadang-kadang sering diprotes,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Utami (24), salah satu perawat di rumah sakit yang sama. Gadis berkerudung ini kebagian jadwal masuk selama hari pertama Lebaran. Ia baru bisa menikmati waktu bersama keluarga pada hari kedua besok. “Tadi masuk pagi, shalat Id-nya juga di sini. Silaturahimnya lewat telepon aja,” ujar Utami.

Meski belum terlalu lama menjalani profesi sebagai perawat, ia mengaku tidak keberatan jika harus bekerja di hari libur. Menurutnya, itu sudah menjadi risiko yang diambilnya sejak memilih karier untuk menjadi perawat semasa duduk di akademi keperawatan beberapa tahun lalu.

“Keluarga juga udah ngerti kok. Soalnya ada beberapa saudara yang juga kerja sebagai perawat. Jadi udah enggak aneh lagi,” kata dia.

“Yang penting harus ikhlas. Kalau kita ikhlas, ujung-ujungnya kan kita juga dapat pahalanya,” terangnya bijak.

Tentu masih ada ribuan lagi pekerja-pekerja lain seperti Tarmizi dan Utami. Dedikasi mereka sebagai pelayan publik patut diacungi jempol. Tak ayal, loyalitas mereka sering mendapat apresiasi simpatik dari pihak yang membutuhkan pelayanan mereka. “Saya pernah dikasih bingkisan parsel sama pasien ibu-ibu yang saya rawat lama. Walaupun enggak seberapa, tapi saya senang sekali. Segitu aja udah cukup,” katanya.

Semoga mereka yang tetap beraktivitas di saat hari raya semacam ini, juga mendapat apresiasi dari pemerintah. Sekiranya hal ini tentu diperlukan untuk tetap meningkatkan loyalitas merek terhadap profesi yang dijalaninya.

Beasiswa S-1, S-2, dan S-3 dari Kementerian Negara BUMN

Posted in News by SiapKerja on September 19, 2009

Dalam rangka pelaksanaan Program BUMN Peduli tahun 2009, Kementerian Negara BUMN memberikan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa-mahasiswi yang memenuhi syarat menyelesaikan pendidikan jenjang S-1, S-2, dan S-3. Batas waktunya tinggal dua pekan lagi.

Kementerian Negara BUMN masih membuka kesempatan kepada seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) untuk mengajukan penawaran program beasiswa ini. Beasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu dan tidak sedang menerima beasiswa dari instansi lain.

Syaratnya, proposal penawaran harus berisi surat penawaran resmi ditandatangani oleh rektor atau pejabat yang mewakili penerima beasiswa. Selain itu, keterangan tentang kebutuhan biaya per mahasiswa, data pribadi lengkap mahasiswa calon penerima beasiswa, dan PTN tempat mahasiswa tersebut kuliah.

Proposal penawaran diterima selambat-lambatnya 28 September 2009 atau dua pekan mendatang. Proposal dikirimkan dengan cap pos tercatat atau melalui situs Kementerian Negara BUMN di http://www.bumn-ri.com/index-full.php. Alamat surat dikirimkan ke; Plt. Staf Ahli Menteri Negara BUMN Bidang Kemitraan Usaha Kecil Gedung Kementerian Negara BUMN lantai 6 Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 13 Jakarta, 10110.

Cara Memulai Bisnis Ekspor di Rumah (Bagian III: Strategi Pengiriman)

Posted in Article by SiapKerja on September 17, 2009

Pasar ekspor dikenal sebagai pasar yang memiliki tuntutan lebih banyak dibandingkan pasar domestik. Jika produk yang dipesan sedikit saja cacat, maka pembeli menjadi enggan untuk meneruskan kerjasamanya dengan Anda.

Di bisnis ekspor ini, Anda harus memiliki strategi dalam mengirimkan barang agar pembeli luar negeri tetap puas. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam persiapan pengiriman barang :

Daya tahan barang, Pengiriman barang ekspor memakan waktu lebih lama. Sebab, itu Anda perlu memperhatikan sifat dan daya tahan produk Anda. Apalagi, produk juga akan disimpan dalam container dalam jangka waktu yang cukup lama. Misalnya saja pengiriman barang ke AS yang memakan waktu 1 bulan. Pastikan produk yang Anda kirim berubah bentuk, warna, atau cacat.

Pembungkus, pilih bahan pembungkus yang kuat dan tahan lama karena barang akan ditumpuk di dalam container bersama barang-barang lainnya. Jika pembungkusnya kuat maka barang di dalamnya akan terjaga dengan lebih baik.

Lama Produksi, buat perhitungan yang akurat kapan barang akan sampai ke negara tujuan ekspor.. Untuk itu, lama produksi perlu dihitung dengan seksama. Ketika membuat penawaran, beritahukan waktu barang tiba dengan tepat. Jikalau barang terlambat, maka pembeli akan kecewa dan Anda pun akan kehilangan peluang bisnis. Perlu diingat, barang yang dibeli oleh pembeli umumnya mengikuti momen-momen tertentu, sehingga jika barang datang terlambat maka pembeli pun akan rugi..

Selain memperhatikan persiapan pengiriman barang agar pengiriman barang dapat berjalan dengan baik, sebaiknya pilih jasa pengiriman yang dapat dipercaya. Saat ini perusahaan jasa pengiriman barang kian menjamur seiring dengan semakin besarnya volume perdagangan ekspor/impor.

Perusahaan jasa pengiriman yang ada sekarang sangat beragam dan mampu menangani berbagai kegiatan ekspor/impor seperti pengiriman alat-alat barang ke tempat lain, pengiriman kargo biasa, pengiriman barang pindahan mulai dari proses pengepakan, penghitungan barang dan sebagainya, pengiriman dokumen antar negara.

Bagi anda yang belum terbiasa dalam menggunakan jasa pengiriman, tentu kebingungan dalam menentukan jasa pengiriman barang. Hal yang mungkin bisa dijadikan tolak ukur dalam memilih ialah jika jasa pengiriman barang memiliki pelayanan pengiriman yang memadai. Sehingga Anda bisa mengirimkan barang ke negara manapun.

Anda perlu curiga, jika ketika memesan jasa pengiriman ke negara A, customer service tidak segera menjawab kebutuhan Anda. Jangan aneh jika Anda menggunakan jasa A, akan tetapi yang mendatangi Anda adalah jasa B. Jika demikian, sebaiknya Anda segera beralih ke jasa pengiriman B yang mampu melayani kebutuhan Anda. Jangan malu bertanya ke rekan-rekan bisnis ekspor Anda mengenai jasa pengiriman yang dapat dipercaya.

Untuk melengkapi persiapan bisnis ekspor Anda, nantikan artikel bagian keempat bertema mempersiapkan alat promosi. (sumber: http://www.belajarekspor.com/MZ)

Disadur dari : PROFEC

Dikirim Oleh :
PT. Dyviacom Intrabumi Tbk.

Cara Memulai Bisnis Ekspor di Rumah (Bagian II: Memilih Produk)

Posted in Article by SiapKerja on September 17, 2009

Keberhasilan dalam memulai bisnis ekspor juga ditentukan oleh pemilihan produk yang sesuai. Pasar internasional sangat dinamis dengan perubahan selera, tren, mode yang berlangsung cepat. Untuk itu, bisnis ekspor Anda harus bisa beradaptasi dengan keinginan pasar global.

Produk non-primer yang berbasis bahan baku lokal seperti produk interior,tekstil dan batik, bisa menjadi pilihan Anda. Dibandingkan produk primer,yaitu hasil pertanian dan perkebunan, produk non-primer lebih rendah resikonya dan lebih mudah dalam hal proses produksinya. Apalagi belakangan ini produk-produk Indonesia jenis ini semakin digemari di mancanegara.

Jika alasan di atas belum memenuhi rasa keingintahuan Anda, berikut sejumlah alasan lain Anda mempertimbangkan produk non-primer sebagai produk yang akan dijalankan bisnis ekspor Anda (buku Jurus Menembus Pasar Ekspor) :
• Ketersediaan Bahan Baku. Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah sebagai bahan baku untuk produk-produk non-primer. Sangat disarankan Anda tidak mengimpor bahan baku dari luar negeri karena memiliki dua kelemahan. Pertama, Anda menjadi tergantung pada impor untuk mendapatkan bahan baku. Kedua, impor bahan baku rawan terhadap perubahan harga pengaruh nilai kurs mata uang. Selain itu pajak yang dikenakan juga cukup tinggi.
• Kemudahan Pembuatannya. Proses pembuatan produk-produk non primer cenderung lebih mudah, fleksibel, lebih membutuhkan faktor ketekunan dibanding keterampilan dan tidak membutuhkan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan tinggi.
• Sarat Kreativitas. Pasar internasional menyukai produk non-primer dari Indonesia karena memiliki keunikan bentuk dan desainnya serta sangat beragam. Untuk pasar AS misalnya, penjualan bersifat musiman karena disesuaikan dengan mementum yang tepat.
• Keawetan. Produk non primer umumnya tahan lama sehingga cocok untuk pasar ekspor. Faktor keawetan ini juga menyangkut desain maupun fungsinya. Artinya, produk ini bisa dipakai di tahun-tahun mendatang ketika trennya kembali muncul.
Untuk memperkuat pilihan terhadap produk berorientasi ekspor, Anda perlu mendalami dan menguji keunggulan produk. Untuk itu, Anda perlu membuat profil produk Anda, caranya? Berikut sejumlah pertanyaan yang disarankan dari Keegen (1992) untuk mempermudah Anda menguraikan keunggulan produk Anda:
1. Siapa yang membeli dan tidak membeli produk Anda?
2. Kapan, dimana dan mengapa produk Anda dibeli?
3. Fungsi atau kebutuhan apa yang terdapat atau dapat dipenuhi produk Anda?
4. Produk Anda memberikan pemecahan masalah apa bagi konsumen?
5. Apa perbedaan produk Anda dibandingkan dengan produk sejenis yang sudah ada?
6. Berapa harga yang dikeluarkan konsumen untuk produk sejenis yang sudah ada?
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memberikan masukan bagi Anda dalam menetapkan strategi ekspor. Sehingga produk Anda pun bisa bersaing di pasar ekspor.

Jangan ketinggalan artikel berikutnya yang akan membahas mengenai strategi pengiriman barang ekspor. (WTD/MZ)

Disadur dari : PROFEC

Dikirim Oleh
PT. Dyviacom Intrabumi Tbk.

Cara Memulai Bisnis Ekspor di Rumah (Bagian I)

Posted in Article by SiapKerja on September 17, 2009

Salah satu cara terbaik membangun sebuah bisnis yang sukses ialah melalui kegiatan ekspor/impor. Anda bisa menawarkan bisnis dengan klien di seluruh dunia. Anda tidak perlu memiliki pengalaman sebelumnya, namun harus memiliki manajemen bisnis yang baik.

Sukses memenuhi kebutuhan bisnis ekspor memerlukan perhatian ekstra dan detil. Apakah Anda tahu beberapa produsen lokal menggunakan beragam cara untuk meningkatkan pasar mereka? Atau Anda merencanakan untuk membawa produk Anda ke luar negeri dan ingin menghubungi rekan Anda untuk mendirikan sebuah bisnis?

Jika Anda memiliki kemampuan untuk menjual, dan mempromosikan produk, bisnis impor dan ekspor sesuai untuk Anda. Anda hanya membutuhkan keinginan dan tekad untuk membuatnya bekerja. Silakan mempelajari bisnis ini, dan pertimbangkan risiko serta keuntungannya.

1. Anda dapat memulai bisnis ini di rumah dengan fasilitas telepon, sistem file, kartu nama, dan sebuah mesin untuk menjawab panggilan telepon. Selain itu, buatlah kepala surat yang berkelas dengan desain timbul atau berwarna emas agar Anda terlihat profesional ketika mengirimkan surat penawaran.

2. Melakukan kontak. Langkah yang paling penting dalam mendirikan bisnis Anda adalah mencari rekan berbisnis. Anda mungkin punya kerabat di negara asing untuk membangun hubungan bisnis di suatu negara. Atau, Anda mampu memprediksikan peluang bisnis baru di suatu tempat,mempertimbangkan risiko dan keuntungan. JIka demikian, yang Anda butuhkan adalah keinginan dan tekad untuk memulai bisnis.

3. Persiapkan mail campaign. Daftar semua kemungkinan kontak lalu buat surat perkenalan perusahaan Anda sertakan nama dan alamat perusahaan yang valid. Selain itu, mempersiapkan kampanye besar-besaran mail. Untuk setiap kemungkinan kontak, menulis surat memperkenalkan perusahaan Anda, yang meminta nama dan alamat perusahaan yang tepat untuk menghubungi. Anda juga bisa memposting pemberitahuan yang diterbitkan melalui buletin bulanan.

Cara termudah untuk membuat ratusan surat adalah dengan menggunakan software yang mampu memproduksi surat yang sama dengan alamat yang berbeda. Cara ini akan menghemat uang yang Anda keluarkan.

4. Mendapatkan informasi. Perkaya pengetahuan Anda dengan bacaan mengenai perdagangan bisnis melalui surat kabar internasional, majalah berita, dan laporan keuangan untuk menganalisa dan menemukan target pasar yang tepat. Bagaimana cara Anda menjual? Lakukan analisa pasar secara hati-hati dan amati tren pasar. Hal ini untuk mempermudah Anda memilih produk yang tepat untuk melakukan bisnis ekspor.

Sehingga Anda dapat menentukan barang apa yang pasar inginkan untuk ekspor dan bagaimana mendistribusikannya? Apakah perusahaan Anda menguasai wilayah tertentu, apakah memiliki cabang perwakilan penjualan di kota-kota lain?

5. Mintalah informasi apapun yang Anda butuhkan, untuk mencari tahu apa kebutuhan pasar. Jika perusahaan adalah produsen, mintalah sampel atau katalog, gambaran terkini mengenai distribusi produk, dan permintaan produk di negara tujuan ekspor. (sumber : http://www.foreign-trade.com)

Komentar Dinonaktifkan pada Cara Memulai Bisnis Ekspor di Rumah (Bagian I)

Kewirausahaan Perguruan Tinggi perlu Diperkuat!

Posted in News by SiapKerja on September 14, 2009

Pendidikan kewirausahaan mesti berjalan secara berkesinambungan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses pendidikan di perguruan tinggi.

Upaya tersebut perlu dilakukan untuk mengatasi pengangguran terdidik yang terus meningkat dengan menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja. Sampai saat ini, sebanyak 82,2 persen lulusan perguruan tinggi bekerja sebagai pegawai. Adapun masa tunggu lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan selama enam bulan hingga tiga tahun.

Pengangguran terdidik pun tidak terhindarkan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pada Februari 2008 tercatat 9,43 juta penganggur atau sebanyak 8,46 persen dari total penduduk. Pengangguran di tingkat SD-SMP berjumlah 4,8 juta orang, sedangkan di jenjang SMA-universitas mencapai 4,5 juta orang.

Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, di Jakarta, Jumat (11/9), mengatakan, tingginya jumlah pengangguran berpendidikan tinggi menunjukkan, proses pendidikan di perguruan tinggi kurang menyentuh persoalan-persoalan nyata di dalam masyarakat. Perguruan tinggi belum bisa menghasilkan lulusan yang mampu berkreasi di dalam keterbatasan dan berdaya juang di dalam tekanan.

”Rata-rata lama bersekolah mestinya linear dengan pendapatan, tetapi di Indonesia tidak demikian. Persoalan ini mesti serius diatasi, salah satunya dengan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan di kampus-kampus supaya para sarjana tidak berpikir hanya berburu pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang berusaha karena sudah dilatih di kampus,” kata Fasli.

Ciputra, pengusaha dan pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC), mengatakan, pendidikan dan pelatihan kewirausahaan juga mesti jadi fokus, yang perlu mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah. Dengan tumbuhnya jiwa kewirausahaan dalam berbagai sektor, generasi muda Indonesia mampu membawa perubahan bangsa karena selalu mencari peluang untuk memakmurkan bangsa.

Sebagai pendampingan program pengembangan kewirausahaan mahasiswa, Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas telah bekerja sama dengan UCEC untuk melatih 1.317 dosen dari 317 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Salah satu hal yang diharapkan dari kegiatan pelatihan ini adalah pembentukan pusat kewirausahaan di sejumlah perguruan tinggi. Pusat pengembangan kewirausahaan yang tumbuh di perguruan-perguruan tinggi negeri dan swasta itu selanjutnya bisa bergabung dalam persatuan pusat usahawan Indonesia yang segera dibentuk.

Tujuannya supaya institusi itu bisa jadi inspirator, katalisator, dan agen perubahan untuk membangun dan memperluas masyarakat usahawan di Indonesia dengan cara berjejaring dan saling belajar di antara pusat kewirausahaan dan individu pendidik kewirausahaan di seluruh Indonesia.

Fasli mengatakan, adanya pengalaman berwirausaha selama di perguruan tinggi, minimal dua tahun, bisa memudahkan lulusan perguruan tinggi untuk bisa mengembangkan usahanya di kemudian hari. Termasuk juga, terbukanya peluang untuk mendapatkan kucuran kredit usaha dari pemerintah.

Dengan gencarnya pendidikan kewirausahaan, baik yang diintegrasikan dalam kurikulum maupun kegiatan kemahasiswaan, pada 2014 ditargetkan sebanyak 20 persen lulusan perguruan tinggi berhasil menjadi usahawan. Penciptaan komunitas usahawan dari kalangan dosen dan lulusan perguruan tinggi ini ditargetkan bisa mempercepat penambahan jumlah usahawan Indonesia yang saat ini baru berjumlah 0,18 persen dari ideal 2 persen yang dibutuhkan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi bangsa.

Sumber : Kompas.com