SiapKerja.com

Pembuat Alat Pijat dari Kayu

Posted in Article by SiapKerja on Agustus 29, 2009

KOMPAS.com – Pekerjaan yang disukai dan sesuai dengan keilmuan, rupanya tak mampu meredam jiwa berwirausaha Alex Saefuddin (35). Dia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan dan memulai berwirausaha. Walau, saat itu, dia bingung mau berwirausaha dalam bidang apa.

Dia pun rajin mengunjungi pameran-pameran kerajinan. Saat itulah dia melihat sebuah benda kecil. Bentuknya bulat dan penuh jonjot. Benda itu sebesar genggaman telapak tangan. Selain itu, dia juga melihat benda berbentu kepik dan berkaki enam. Benda-benda itu merupakan alat bantu pijat, urut, dan refleksi. Dia pun berniat untuk memproduksi benda serupa.

“Saya berpikir, laku juga jualan ini. Saat bekerja saja, saya bisa membuat alat dari besi. Alat pijat ini dari kayu, pasti bisa,” ujarnya kepada Kompas.com saat ditemui di Pameran Interior dan Craft, di JCC, Jakarta, Minggu (23/8).

Dia pun memproduksi alat bantu pijat, urut, dan refleksi itu hanya bermodal uang Rp 1,5 juta. Bahan baku dan alat dia beli secara bekas untuk mengurangi biaya produksi. Kayunya berasal dari tempat tidur bekas. Demikian pula dengan alat bubutnya.

“Motor alat bubutnya saja dari mesin jahit saya beli di Senen. Kayunya memang bener kayu jati, tapi bekas dipan (tempat tidur) yang dipotong-potong. Sebenarnya banyak material yang luar biasa kegunaannya di sekitar kita. Kalau beli bahan baru, enggak akan keuber,” tutur Alex.

Menurut pria asli Surabaya, Jawa Timur itu, proyeknya sekarang masih berada dalam tahap coba-coba. Dia berharap dapat membuat alat tersebut dengan desainnya sendiri. Desain yang menjadi ciri khas rumah produksi Alex.

Setelah memperbaiki kualitas dan ciri khas, Alex berencana untuk merambah perdagangan internasional. Alex berencana membuat website untuk memasarkan produknya yang sederhana ini ke dunia.

Meski masih proyek coba-coba dan baru beberapa bulan berwirausaha, Alex sudah bisa merasakan hasil jerih payahnya. Alex telah memiliki showroom di CBD Ciledug. Ongkos sewa Rp 3 juta perbulan sama sekali tidak menjadi masalah sampai hari ini.

“Alhamdulillah, sekali produksi sudah bisa menutup semua ongkos dan mendapat untung,” kata dia.

Saat ditanya, apakah Alex takut merugi apalagi dia tidak memiliki penghasilan lagi, Alex pun menjawab, “Kunci berwirausaha, jangan takut rugi. Itu saja. Sebenarnya ketakutan itu justru tidak ada saat memulai bisnis, saya hanya khawatir kalau pasar lesu. Sejak Juli sampai ke sini, pangsa pasar Indonesia sedang turun, krisis global lah, apa lah…. Tapi, jangan pernah takut mencoba.”

Alex Saefuddin (35)
Pisangan baru, Jatinegara, Jaktim
HP 087881972011

sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: