SiapKerja.com

Dulu TKI Sekarang Menggaji 23 Karyawan

Posted in Uncategorized by SiapKerja on September 10, 2009

Dulu berkerja di luar negeri, kini bisa menggaji 23 karyawan. Itulah, Jumiran, mantan TKI Malaysia (2002-2005), yang kini sukses menjadi pengusaha rempeyek asal Bantul Jogjakarta.

Dengan mengambil nama ibunya, “Rempeyek Kacang Mbah Pawiro” ia memulai produksi dengan modal Rp 3 juta. Tiga jenis rempeyek diproduksinya, rempeyek kacang tanah, kedelai, dan udang dengan omset Rp 4,5 juta perhari. Hasil produksinya dikrim ke Jakarta, Bandung, Bali dan Jawa tengah.

“Alhamdulillah, sehari saya bisa untung bersih Rp 500.000,” kata Jumiran kepada Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, Selasa (8/9) yang mengunjungi rumahnya sekaligus tempat ia memproduksi rempeyek, di Bantul, Jogjakarta.

Menurut Jumhur, mantan TKI harus punya usaha mandiri agar tetap bisa menopang kehidupan keluarga dan membantu masyarakat sekitar.

“Kalau tak ada usaha, uangnya bisa habis,” katanya.

Jumhur sangat terkesan dengan Jumiran yang pernah bekerja sebagai penjahit borongan di Malaysia dari 2001-2005.

“Dulu Jumiran TKI. Sekarang menggaji pekerja. Luar biasa,” katanya.

Kepada Kepala BNP2TKI, Jumiran mengisahkan awal memulai usahanya. Dulu, istrinya bekerja di tempat pembuatan rempeyek. Ketika saya mau pulang, ia ingin mempunyai usaha sendiri.

Daerah Imogiri memang terkenal sebagai daerah pembuat rempeyek. Dengan modal tiga juta rupiah, Jumiran memulai usaha ini setelah setelah kembali dari Malaysia tahun 2005.

Setiap hari Jumiran menghasilkan 1.400 bungkus rempeyek, dan menghabiskan bahan baku kacang seberat 200 kilogram.

Ia menjual produksinya seharga Rp 2.500 per bungkus di tingkat , dan di tingkat eceran di wilayah sekitar Yogyakarta sebungkus rempeyek itu bisa berharga Rp 3.000.

“Saya sangat menikmati usaha ini,” katanya.

Jumiran menambahkan, di sekitar rumahnya, terdapat 59 tempat usaha pembuatan rempeyek. Namun, cuma dia yang mantan TKI.

Kepada wartawan, Jumhur mengatakan bahwa pemerintah mendukung mantan TKI mengembangkan usaha. Program itu bernama, TKI Purna.

“BNP2TKI bekerjasama dengan perbankan, telah banyak membantu TKI, mulai dari pelatihan, permodalan hingga pemasaran,” kata Jumhur. (zul)

Sumber : Bnp2tki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: